CIREBON, 3 Februari 2026 – Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Bina Cendekia Cirebon memasuki fase krusial pada hari kedua, Selasa (3/2). Konsentrasi tinggi tampak menyelimuti laboratorium komputer saat para siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) mulai memasuki tahap pendalaman proyek aplikasi yang menjadi syarat mutlak kelulusan mereka.
Jika pada hari pertama para siswa fokus pada perancangan logika dan struktur dasar, hari kedua ini menjadi ajang pembuktian ketelitian teknis. Para peserta ujian dituntut untuk melakukan pengodean (coding) yang lebih kompleks, memastikan integrasi basis data berjalan mulus, serta meminimalisir kesalahan sistem (bug) agar aplikasi dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi industri.
Kepala SMK Bina Cendekia Cirebon, Ade Rahmat Saputra, M.Pd., yang memantau langsung proses ujian di laboratorium, memberikan apresiasi atas daya juang para siswa. Beliau menegaskan bahwa ketenangan dalam bekerja adalah kunci utama dalam menghadapi tekanan ujian teknis seperti ini.
“Hari kedua UKK ini adalah langkah nyata menuju kompetensi yang sesungguhnya. Kami menekankan kepada seluruh siswa agar tetap fokus, teliti, dan terus mengasah kemampuan mereka hingga detail terkecil. Di dunia kerja nanti, seorang programmer tidak hanya dituntut bisa membuat aplikasi, tapi juga harus presisi dan mampu memberikan solusi terbaik melalui karya mereka,” ujar Bapak Ade Rahmat Saputra, M.Pd.
Beliau juga menambahkan bahwa pihak sekolah terus memberikan dukungan penuh, baik dari sisi fasilitas perangkat keras maupun bimbingan teknis dari para penguji. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap siswa siap kerja dan memiliki daya saing yang kuat saat terjun ke industri teknologi informasi setelah lulus nanti.
“Fokus, Tenang, dan Percaya Diri”, diharapkan seluruh siswa kelas XII RPL SMK Bina Cendekia Cirebon dapat menyelesaikan proyek mereka dengan hasil yang memuaskan dan mendapatkan predikat kompeten dari para penguji eksternal maupun internal.

